Peranan Radio Komunitas untuk Pengembangan Komunitas Desa


Radio adalah media elektronik yang termasuk jenis media massa yang berfungsi infomasional dan persuasif (mengajak/ membujuk).  Secara umum, tujuan radio biasanya dirumuskan sebagai berikut: Memberi informasi, Mendidik, dan Menghibur. Radio di dalam program pembangunan (pengembangan masyarakat) digunakan untuk berbagai cara, tetapi biasanya memiliki kesamaan kepedulian yaitu: membantu masyarakat mengontrol kehidupan mereka sendiri, memahami permasalahan di dalam realitas kehidupannya, dan kemudian memperbaikinya.

Mengapa disebut radio komunitas? Secara sederhana, radio komunitas dapat diartikan sebagai radio dari, oleh, dan untuk komunitas radio ini menjadikan komunitas sebagai basis operasi. Umumnya dikelola secara swadaya oleh orang-orang dari komunitas yang bersangkutan, beroperasi dengan frekuensi dan radius siaran terbatas pada komunitas yang bersangkutan, serta bermateri acara-acara yang berasal dari komunitas dan untuk kepentingan komunitas.

Rakom bekerja dengan prinsip dan mekanisme serupa dengan radio-radio umum. Tetapi yang unik, radio komunitas menonjolkan peristiwa-peristiwa kecil, lokal, dan khas milik komunitas. Karena menonjolkan unsur lokalitas, materi acara rakom cenderung berbeda-beda di setiap desa atau komunitas. Radio komunitas yang dibangun di desa-desa nelayan mungkin berisi acaraacara tentang naik turunnya harga ikan, teknologi baru dan tatacara pengolahan ikan yang lebih efisien, informasi cuaca, hiburan-hiburan khas nelayan, dan lain-lain serupa itu. Sebaliknya radio komunitas di desa pertanian mungkin bersisi informasi tentang harga pupuk dan benih yang mahal, informasi pasar gabah, atau teknologi-teknologi baru intensifikasi pertanian, tatacara pertanian organik, dan lain-lain.

Berbeda dengan radio-radio atau media massa yang umum yang biasanya berdiri karena menonjolkan unsur komersial-bisnis pemiliknya, radio komunitas berdiri secara partisipatif. Warga komunitas adalah pemilik radio komunitas, dan mereka yang menentukan sendiri acara-acara yang akan disiarkan. Karena itu biasa juga disebut sebagai radio partisipatif (participatory radio). Semua ini dimungkinkan karena teknologi radio komunitas relatif sederhana dan tidak membutuhkan biaya besar untuk mengoperasikannya.

Sejumlah kalangan LSM yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan radio komunitas memiliki pemikiran bahwa radio komunitas harus ada karena:

  1. Masyarakat memiliki hak berkomunikasi.
  2. Masyarakat memiliki hak memperoleh pemenuhan kebutuhan informasi yang benar.
  3. Masyarakat memiliki hak menyampaikan informasi berdasarkan kepentingannya dan/atau untuk menyampaikan pendapatnya.
  4. Fakta-fakta bahwa media massa yang dikembangkan oleh swasta tidak menjangkau perdesaan, hanya menjangkau ibukota kabupaten, dan terpusat di ibukota provinsi dan ibukota Negara.

Radio komunitas juga mampu memangkas biaya-biaya sosialisasi program pemerintah desa, dan memberikan informasi terbaru tentang perkembangan mutakhir perpolitikan desa. Radio komunitas membuat tidak ada ruang politik yang bisa terlewat dari pantauan masyarakat desa.

Hasil kajian banyak pihak memperlihatkan betapa media komunitas (radio komunitas) bertumbuh dengan pesat seiring dengan iklim keterbukaan yang lebih luas sejak era reformasi. Dalam banyak hal pertumbuhannya disambut dengan baik oleh kalangan peneliti, pemerhati, penggerak hak-hak asasi manusia, gerakan pro-demokrasi, dan kalangan pemerintah yang pro pada pemberdayaan masyarakat dari level yang paling bawah (akar rumput). Namun cepat atau lambat, sejalan dengan kevakuman hukum karena belum disahkannya UU Penyiaran, berbagai problem yang semula tidak selalu dirisaukan, mencuatkepermukaan baik dikalangan internal praktisi media komunitas maupun diantara para pemerhati seperti juga kalangan pemerintah. Persoalan-persoalan tersebut dalam salah satu cara pandang dapat dipadatkan menjadi: asas keadilan, asas manfaat dan asas akuntabilitas. Mereka yang tetap sepakat dengan manfaat penyiaran komunitas terus menerus berusaha baik secara individu maupun kolektif untuk melakukan pembenahanpembenahan. Salah satu upaya pokok adalah sharing antar radio komunitas dan antara peneliti/akademisi – pemerintah/politisi (yang perduli terhadap eksistensi dan pertumbuhan media komunitas), serta praktisi media komunitas itu sendiri.

Media komunitas mempunyai kegunaan bagi komunitas yang dilayaninya, antara lain :

  • Mempresentasikan dan mendukung budaya dan identitas local
  • Menciptakan pertukaran opini secara bebas di media
  • Menyediakan program yang variatif
  • Merangsang demokrasi dan dialog
  • Mendukung pembangunan dan perubahan sosial
  • Mempromosikan masyarakat madani
  • Mendorong hadirnya pemerintahan yang baik (good governance)
  • Merangsang partisipasi melalui penyebaran informasi dan inovasi
  • Menyediakan kesempatan bersuara bagi yang tidak memiliki kesempatan
  • Berfungsi menghubungkan komunikasi di komunitas (community telephone service)
  • Memberi kontribusi pada variasi kepemilikan penyiaran
  • Menyediakan sumber daya manusia bagi industri penyiaran

LAMBDA setia untuk mendukung pengembangan radio komunitas untuk desa. LAMBDA mendukung inisiatif BEM serta LSM yang peduli pada pengembangan komunitas pedesaan lewat radio komunitas. Silahkan menghubungi LAMBDA untuk berkonsultasi seputar ini. Mari majukan bangsa ini dari komunitas terkecilnya.

= Dito Anggodo =

= 085722073913 =

= Radio Kampus ITB 107,7 FM =

= LAMBDA Radio =

1 comment so far

  1. Keturunan Raja Aceh on

    mjbs fm komunitas petani kuta meuligoe sawang aceh utara mohon bantuan satu paket pemancar radio komunitas. mjbs fm adalah radio korban konflik aceh 2004,disita satu paket pemancar oleh tni. kpd semua pihak mohon bantu mjbs fm. hub 085370641972/085371603472/082167817173 bila ada yg ingin bantu hub no.diatas.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: