Archive for the ‘radio komunitas’ Tag

STEI: Tim Lambda Radio, Peserta Pameran TIK Jabar 2011


Sep 16, 2011 at 09:00 AM

Pameran TIK Kreatif Jawa Barat 2011 adalah acara yang diadakan oleh Dinas KOMINFO Jawa Barat sebagai salah satu acara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Provinsi Jawa Barat yang ke-66. Tujuan utama diselenggarakannya acara ini adalah untuk mendorong kreativitas para pengembang dan komunitas di bidang TIK, meningkatkan pemanfaatan dan pertumbuhan Teknologi Informasi dan Komunikasi di semua sektor kegiatan dan juga mempersiapkan pelaku TIK untuk menghadapi berbagai kompetisi. Selain itu, acara ini berharap karya kreatif yang sudah diciptakan dapat mempengaruhi denyut perekonomian secara positif, sehingga

Continue reading

Advertisements

‘Tenants’ LPIK ITB Finalis Kontes ‘Business Plan’ SOI ASIA 2010-2011


Dec 31, 2010 at 11:00 AM

 

Dua tenants LPIK ITB, Tim LAMBDA Radio dan N-zyme (Mahasiswa Sekolah Farmasi, angkatan 2007) berhasil menjadi finalis di Kontes Business Plan SOI (School on the Internet) Asia 2010-2011. Finalis lainnya adalah tim: USM (Malaysia), Chulalongkorn University (Thailand), Keio University (Jepang), dan Tokyo University (Jepang), yang masing-masing terpilih satu tim.
Tim Lambda Radio, LPIK ITB: Dito Anggodo Prihastomo (EL ’06), Andri Haryono (EL ’06), Oryza Nicodemus Tarigan (EL ’06),  Yeris Permata Octarina (TI ’07) and Eka Savitri (TI’07).

 

 

Kontes Business Plan SOI Asia merupakan acara tahunan yang diadakan SOI Asia Network. Jaringan ini dirintis sejak tahun 2007, dan kini terdiri dari 27 perguruan tinggi dari 14 negara di Asia. Di tahun 2008, Tim “T-Files” yang mengolah energi arus laut juga merupakan tenant Inkubator Industri dan Bisnis ITB berhasil menjuarai kontes ini.

Continue reading

Medali Emas ITB dalam PIMNAS XXIII-2010


Selamat untuk Tim Pekan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa -Kewirausahaan) Institut Teknologi Bandung. Tim yang diketuai oleh Dito Anggodo Prihastomo (Ketua Tim Lambda/EL’06) dan beranggotakan Oryza, Andri, Eka, dan Yeris, berhasil meraih medali emas dalam acara Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXIII-2010. Kegiatan yang bertempat di Universitas Mahasaraswati, Bali itu dilaksanakan pada 21-24 Juli 2010.

Produk yang diikutsertakan adalah “Peluang Usaha Perangkat Radio FM sebagai Teknologi Konvensional yang Mampu Menjangkau Daerah Terpencil di Jawa Barat dan Banten”.

Sumber: http://www.fitb.itb.ac.id/kk-geologi-terapan/?p=556

Panduan Instalasi Pemancar Radio FM by LAMBDA radio


PART 1

Continue reading

Jarak Pancar Maksimal Alat


Mungkin kita akan bertanya-tanya ketika membeli perangkat pemacar. seberapa jarak pancar yang bisa dicapai oleh alat yang Saya beli?

pertanyaan ini biasanya keluar dari para calon pembeli. kenyataannya menentukan jarak pancar maksimum tidaklah mudah. Misalnya saja pemancar pada daya 100 watt, jika digunakan di daerah yang kondusif, jarak pancar nya bahkan bisa mencapat 20 km lebih, namun kalau tempatnya tidak kondusif, mungkin 2 kilo pun akan sulit dijangkau.

Bagaimana kita tahu lokasi yang akan kita taruh pemancar tadi kondusif atau tidak?

Continue reading

Perijinan Radio Komunitas


Salah satu pertanyaan yang umum ditanyakan oleh rekan-rekan melalui SMS atau telepon atau pun email adalah mengenai bagaimana proses seputar regulasi stasiun radio komunitas.

Berikut ini, LAMBDA coba untuk menjelaskan secara garis besar bagaimana regulasi tersebut dan bagaimana mengurus perijinan stasiun radio komunitas. Seperti yang kita ketahui bersama, setiap stasiun radio komunitas wajib hukumnya untuk mengurus perijinan siar dan legalitasnya. Tahap pertama yang harus dilalui adalah mengurus prosesnya melalui Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (sesuai propinsi masing – masing). Untuk mengajukan aplikasi permohonan perijinan, pada awalnya rekan-rekan broadcaster harus menyelesaikan terlebih dahulu proses internal keradioan, antara lain :

  • Pembentukan Dewan Penyiaran Komunitas
  • Copy Dukungan 250 Lembar KTP warga sekitar
  • Pembuatan Akta Notaris (Badan Hukumnya Perkumpulan)
  • Pembuatan IMB Studio Radio
  • Pembuatan HO (Hinder Ordonantie)

Setelah detail-detail di atas selesai diurus, langkah berikutnya adalah dengan KPID setempat. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

  1. Pengambilan Buku Panduan
  2. Penyerahan Kelengkapan Berkas Pemohon
  3. Verifikasi Administratif
  4. Verifikasi Faktual
  5. Evaluasi Dengar Pendapat KPID
  6. Evaluasi Internal KPID
  7. Forum Rapat Bersama KPI Pusat dan Pemerintah
  8. Masa Uji Coba Siaran
  9. Evaluasi Masa Uji Coba Siaran
  10. Penetapan Izin Penyelenggaraan penyiaran

Hal berikutnya adalah seputar biaya. Untuk proses perijinan di KPID sifatnya adalah GRATIS kecuali 5 item pada bagian sebelumnya. Dalam berurusan dengan pihak KPID, LAMBDA menyarankan agar rekan-rekan broadcaster melakukannya secara lebih serius, berkomitmen dan positive thinking karena tidak semua tahapan dapat dilalui hanya sekali jalan. Kelancaran proses perijinan di KPID juga sangat bergantung pada bagaimana koordinasi rekan-rekan broadcaster dengan KPID. Satu hal yang harus dicatat pula, kita harus proaktif, jangan hanya sekali kirim terus selesai.

Jadi, jangan pernah menyerah untuk mewujudkan mimpi rekan-rekan broadcaster untuk memajukan Indonesia lewat radio broadcasting.

Salam,

LAMBDA Team

=Dito Anggodo=

Peranan Radio Komunitas untuk Pengembangan Komunitas Desa


Radio adalah media elektronik yang termasuk jenis media massa yang berfungsi infomasional dan persuasif (mengajak/ membujuk).  Secara umum, tujuan radio biasanya dirumuskan sebagai berikut: Memberi informasi, Mendidik, dan Menghibur. Radio di dalam program pembangunan (pengembangan masyarakat) digunakan untuk berbagai cara, tetapi biasanya memiliki kesamaan kepedulian yaitu: membantu masyarakat mengontrol kehidupan mereka sendiri, memahami permasalahan di dalam realitas kehidupannya, dan kemudian memperbaikinya.

Mengapa disebut radio komunitas? Secara sederhana, radio komunitas dapat diartikan sebagai radio dari, oleh, dan untuk komunitas radio ini menjadikan komunitas sebagai basis operasi. Umumnya dikelola secara swadaya oleh orang-orang dari komunitas yang bersangkutan, beroperasi dengan frekuensi dan radius siaran terbatas pada komunitas yang bersangkutan, serta bermateri acara-acara yang berasal dari komunitas dan untuk kepentingan komunitas.

Rakom bekerja dengan prinsip dan mekanisme serupa dengan radio-radio umum. Tetapi yang unik, radio komunitas menonjolkan peristiwa-peristiwa kecil, lokal, dan khas milik komunitas. Karena menonjolkan unsur lokalitas, materi acara rakom cenderung berbeda-beda di setiap desa atau komunitas. Radio komunitas yang dibangun di desa-desa nelayan mungkin berisi acaraacara tentang naik turunnya harga ikan, teknologi baru dan tatacara pengolahan ikan yang lebih efisien, informasi cuaca, hiburan-hiburan khas nelayan, dan lain-lain serupa itu. Sebaliknya radio komunitas di desa pertanian mungkin bersisi informasi tentang harga pupuk dan benih yang mahal, informasi pasar gabah, atau teknologi-teknologi baru intensifikasi pertanian, tatacara pertanian organik, dan lain-lain.

Continue reading